VARIASI SETTING BOTTOM ROLLER DAN DISTANCE CLIP TERHADAP KETIDAKRATAAN (U%) ROVING RAYON TEX590,6 DI MESIN SPEED TYPE TOYODA FL-16



/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   Latar Belakang Masalah

Pembuatan serat buatan pada saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam perkembangan industri tekstil. Mulai dari kebutuhan hidup, bahan industri seperti tali, ban mobil, pelapis kabel dan jala ikan, ban lapisan untuk bangunan dan interior. Sehingga bahan baku terutama serat rayon sangatlah dibutuhkan dan haruslah diperhitungkan mengingat bahan baku tersebut masih banyak diimpor dari berbagai negara. Pada akhir-akhir ini banyak perusahaan pemintalan menjadikan serat rayon adalah pilihan utama dari serat kapas. Di samping harganya lebih ekonomis dan hasilnya mendekati serat kapas yang dapat mengefisiensikan produksi. Dalam menunjang kelancaran produksi maka hal-hal atau karakteristik dari bahan harus memenuhi syarat sebagai berikut :

1.        Serat harus cukup panjang

2.        Serat harus cukup halus

3.        Gesekan permukaan serat

4.        Serat harus cukup kenyal

Hasil dari mesin flyer adalah roving yang mana ketidakrataannya harus lebih baik daripada sebelumnya. Dalam hal ini pemakaian variasi setting bottom roller dan distance clip merupakan suatu usaha untuk mendapatkan ketidakrataan roving yang kecil karena pengaturan setting bottom roller dan distance clip akan memberikan bidang jepit dan pengontrolan yang baik pada sliver agar tidak terjadi slip atau serat mengambang di antara rol. Dari sinilah penulis sangat tertarik dan ingin mencari tahu bagaimana mendapatkan roving dengan ketidakrataan (U%) yang kecil dengan mengubah setting bottom roller dan distance clip. Oleh sebab itu penulis melakukan penelitian dengan judul “Variasi Setting Bottom Roller dan Distance Clip Terhadap Ketidakrataan (U%) Roving Rayon di Mesin Speed Type Toyoda FL-16”.

 

B.   Perumusan Masalah

Perkembangan dunia tekstil saat ini sangat pesat baik dilihat dari kualitas maupun dari segi kuantitas hasil produksinya dan mendekati era globalisasi sekarang ini, dunia pertekstilan saling bersaing dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksinya.

Dewasa ini penggunaan serat rayon semakin banyak digunakan daripada serat kapas. Dalam hal ini beda serat rayon dan serat kapas adalah bahwa serat rayon harus dimurnikan terlebih dahulu, sedangkan serat kapas tidak perlu demikian. Adapun macam-macam serat rayon ada empat, yaitu rayon viskosa, rayon kupramonium, rayon asetat, dan rayon triasetat. Dalam penelitian ini yang diteliti adalah serat rayon viskosa.

Sebagaimana yang telah penulis kemukakan di atas bahwa ketidakrataan (U%) roving yang kecil dapat meningkatkan produktivitas perusahaan sehingga tujuan dan target  perusahaan  dapat  berlangsung terus. Dalam hal ini penyetingan bottom roller dan distance clip merupakan salah satu cara untuk mencapatkan ketidakrataan (U%) yang kecil. Sehubungan dengan itu penulis bermaksud  melakukan  penelitian   untuk   melihat    sejauh    mana    pengaruh dari penyetingan tersebut terhadap kualitas ketidakrataan (U%) roving rayon yang ditimbulkan, bila penyetingan yang dilakukan adalah bottom roller dan distance clip.

 

C.   Pembatasan Masalah

Banyak hal sebenarnya yang dapat diteliti dalam penelitian ini terutama mengenai pengaruh pembebanan terhadap ketidakrataan roving, tetapi peneliti tidak dapat melakukannya secara keseluruhan dikarenakan :

1.        Keterbatasan waktu penelitian

2.        Risiko terhadap kelancaran proses produksi

3.        Kesempatan yang diberikan perusahaan terbatas

4.        Keterbatasan peralatan atau piranti yang digunakan

5.        Banyak obyek yang diteliti dikhawatirkan data yang diperoleh tidak atau kurang akurat

  Agar penelitian terarah dan mempunyai hasil sesuai dengan yang diharapkan serta menghindari salah tafsir yang mungkin terjadi, maka penulis berusaha membuat ruang lingkup penelitian sebagai berikut :

1.        Penelitian dilakukan pada serat rayon murni

2.        Penelitian dipusatkan pada kualitas ketidakrataan (U%) roving

 

C.   Tujuan Penelitian

1.   Meneliti ketidakrataan (U%) roving pada setting bottom roller dan distance clip dengan setting yang berbeda.

2.   Membandingkan hasil dari roving dalam penyetingan tersebut.

3.   Mengetahui secara pasti peningkatan ketidakrataan (U%) terhadap proses produksi.

D.   Kegunaan Penelitian

Dari hasil penelitian ini penulis berharap memperoleh manfaat sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengambil keputusan untuk peningkatan kualitas produksi terhadap ketidakrataan roving sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik tanpa harus melakukan penyetingan terlalu lama.

 

 

0 Responses to “VARIASI SETTING BOTTOM ROLLER DAN DISTANCE CLIP TERHADAP KETIDAKRATAAN (U%) ROVING RAYON TEX590,6 DI MESIN SPEED TYPE TOYODA FL-16”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Laman

Blog Stats

  • 179,210 hits

%d blogger menyukai ini: